Undangan-Pernikahan-Jogja-2017

Undangan Pernikahan Jogja 2017

Kode:  KG 08
Ukuran:  21 x 30
Model:  Lipat 3
Bahan:  Ivory
Warna:  Full Colour
Aksesoris:  Tanpa Aksesoris
Harga per 300:  4.000
Harga per 500:  3.800
Harga per 700:  3.650
Harga per 1000:  3.500
Harga per 1500:  3.000
 
Update Harga: 23-3-2017
Qty:
Minim 50 Undangan
NB
1. Harga untuk jumlah selain itu bisa ditanyakan ke admin,
2. Harga bisa berubah sesuai harga bahan, untuk harga yang terupdate bisa ditanyakan keadmin
3. Silahkan isi jumlah pesanan, admin akan mengkonfirmasi pesanan dalam waktu 1 x 24 jam, jika ada perubahan spesifikasi dan harga akan diinfokan terlebih dahulu sebelum transaksi

Undangan Pernikahan Jogja 2017,Undangan Unik Nikah,Kartu Undangan Pernikahan Bagus Dan Murah,Pesan Undangan Tas.

Saat melihat kartu undangangan pernikahan pasti yang pertama kita lihat adalah design covernya. Pada undangan pernikahan ini covernya didesign dengan tema adat jawa yang terlihat dari gambar sepasang pengantin dan gunungan wayang yang khas dengan nuansa budaya jawa. Dan pada bagian kanan atas ditambahkan tulisan Undangan, nama pengantin dan tanggal dilangsungkannya resepsi pernikahan yang diberi bingkai sulur.

Untuk bagian dalam undangan pernikahan ini terdiri dari 3 bagian. Bagian kiri merupakan foto prewedding kedua mempelai pengantin dan tanggal dilangsungkannya akad nikah. Untuk bagian tengah berisi nama pengantin dan tanggal dilangsungkannya resepsi pernikahan. Sedangkan untuk bagian kanan merupakan foto prewedding kedua mempelai pengantin. Pada bagian dalam ini juga didesign dengan ornamen ukiran khas jawa yang terdapat di bagian atas dan bawah.

Undangan pernikahan ini merupakan undangan jenis soft cover. Undangan ini memiliki bentuk lipat dua dengan posisi buka ke samping. Ukuran undangan ini sebesar 21 x 30cm yang dihitung pada undangan dalam posisi keadaan terbuka. Bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan undangan pernikahan ini adalah kertas ivory ketebalan 260gr. Untuk hasil undangan yang lebih maksimal bisa ditambahkan laminasi untuk lapisan undanganya, bisa laminasi doff, glossy maupun uv.

Untuk anda yang ingin memesan wedding card seperti diatas silahkan kirimkan email ke layanankedaigrafis@gmail.com atau hubungi kami di nomer berikut ini SMS/WA 0857 4081 2002, 0878 3816 1150, Pin BB D008D475. Jika anda ingin melihat langsung koleksi undangan nikah kami secara langsung, silahkan kunjungi kami di Jl. Perum Candi Gebang 2 no. 22 atau ke outlet cabang Jl. Kaliurang km 5.

 

Pesta pernikahan piring terbang kadang juga disebut sebagai pesta racikan, dimana tamu tidak diperbolehkan berdiri. Tamu hanya cukup duduk manis di kursi dan meja sejajar yang dihadapkan ke pelaminan. Kadang ada juga yang mendudukan tamu di kursi bundar atau round table seperti gaya pernikahan ala barat. Sembari duduk menikmati acara, tamu-tamu pun disajikan dengan piring-piring penuh hidangan yang seakan-akan terbang dari tangan pramusaji ke meja tamu. Mungkin inilah kenapa adat ini disebut sebagai piring terbang.

Pernikahan dengan konsep piring terbang sendiri biasanya dilakukan di daerah kerajaan Mataram yaitu di daerah Jogja dan Solo. Meskipun begitu, sekarang di kota Jogja pun prosesi ini sudah jarang ditemui. Prosesi ini hanya bisa ditemui di daerah-daerah seperti Sragen, Klaten, Wonosari, Gunungkidul, dan Solo. Berbeda dengan prasmanan di mana tamu datang setelah acara dibuka, tamu justru datang sebelum acara dimulai pada prosesi piring terbang agar jadwal acara bisa berjalan tepat waktu.

Piring terbang pun punya susunan acara yang harus dilaksanakan dengan tepat waktu

Acara piring terbang sendiri harus dilaksanakan dengan susunan-susunan acara tersendiri. Acara biasanya dimulai dengan kirab dari keluarga pria yang memasuki ruangan diikuti dengan keluarga wanita. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan adanya sambutan dari mempelai pria dan kemudian diikuti dengan sambutan dari mempelai wanita dan juga doa.

Makanan pun disajikan ke tamu-tamu dengan menggunakan sistem USDEK

USDEK? Apaan tuh? USDEK adalah singkatan bagi urutan disajikannya makanan dalam prosesi pernikahan piring terbang.

  • Unjukan. Pertama, para tamu dimanjakan dengan unjukkan yang dalam Bahasa Indonesia artinya adalah minuman. Unjukan biasanya adalah minuman manis seperti teh yang juga disajikan bersama snack seperti kue bolu dan lumpia. Mirip-mirip appetizer lah ya…
  • Sup. Sajian kedua biasanya merupakan sup manten, sup yang khas disajikan untuk acara-acara mantenan seperti ini. Isinya biasanya berupa, rolade, buncis, jamur kuping, dan juga wortel yang berenang-renang di dalam kaldu ayam yang bening nan gurih.
  • Dhaharan. Dhaharan sendiri adalah main coursenya. Sebagai suguhan utama, tentunya piring yang satu ini berisi hidangan yang berat. Tentunya ada banyak macam dhaharan tergantung yang diinginkan oleh pihak katering mulai dari daging sapi, ayam, krecek, telur, dan juga berbagai macam sayuran.
  • Es. Pernikahan ala piring terbang nggak akan lengkap tanpa hidangan penutup berupa es krim. Es krimnya sendiri biasanya adalah es puter atau es dong-dong yang disertai dengan puding atau agar-agar.
  • Kundur. Kundur artinya adalah pulang. Jadi, setelah es disajikan, tamu-tamu pun bisa pulang ke rumah masing-masing. Sebelum pulang, tamu wajib bersalaman dengan kedua mempelai, berbeda dengan prosesi prasmanan dimana tamu bersalaman dengan mempelai di awal acara.

Keuntungan utama prosesi piring terbang adalah tamu dilayani seakan-akan bangsawan, disuguh makanan dan hiburan-hiburan seperti tarian dan sinoman

Ketika di acara resepsi prasmanan, mungkin kamu sering bete karena harus berebut makanan dengan tamu lain. Belum lagi ketika kamu datang terlambat dan ternyata makanan yang enak-enak cuma tinggal sedikit. Hal ini tidak akan terjadi dengan adanya prosesi piring terbang. Dalam acara pernikahan piring terbang, tamu tinggal duduk nyaman tanpa harus mondar-mandir mengambil makanan. Tamu juga dihibur dengan adanya tarian dan lagu-lagu di acara tersebut.

Namun bukan tanpa cela, prosesi piring terbang juga sering dinilai sebagai acara yang membosankan dan tidak praktis

Prosesi piring terbang kadang dinilai sebagai acara membosankan karena memang para tamu harus duduk dan mengikuti runtutan acara pernikahan dari awal sampai akhir. Mereka yang ingin pulang duluan beresiko untuk tidak bertemu dengan dan mengucap selamat kepada kedua mempelai. Ada juga resiko bagi tamu yang datang telat untuk melewatkan beberapa hidangan yang disajikan secara urut.


Related Poduct

Lihat Lebih Banyak Lagi >>