Undangan-Pernikahan-Dalam-Bahasa-Jawa

Undangan Pernikahan Dalam Bahasa Jawa

Kode:  KG 04
Ukuran:  21 x 23
Model:  Lipat 2
Bahan:  Ivory
Warna:  Satu Warna
Aksesoris:  Tanpa Aksesoris
Harga per 300:  2.350
Harga per 500:  2.200
Harga per 700:  2.050
Harga per 1000:  1.900
Harga per 1500:  1.500
 
Update Harga: 7-4-2017
Qty:
Minim 50 Undangan
NB
1. Harga untuk jumlah selain itu bisa ditanyakan ke admin,
2. Harga bisa berubah sesuai harga bahan, untuk harga yang terupdate bisa ditanyakan keadmin
3. Silahkan isi jumlah pesanan, admin akan mengkonfirmasi pesanan dalam waktu 1 x 24 jam, jika ada perubahan spesifikasi dan harga akan diinfokan terlebih dahulu sebelum transaksi

Undangan Pernikahan Dalam Bahasa Jawa,Undangan Nikah Unik Di Jogja,Undangan Pernikahan Murah Bagus Di Bandung,Percetakan Undangan Tulungagung.

Kartu pernikahan yang berwarna dominan coklat ini terkesan menawan dengan design cover batik dan tambahan ornamen sulur bunga di setiap sudutnya. Pada bagian tengah terdapat tulisan Palakrama, nama mempelai pengantin dan tanggal dilangsungkannya resepsi pernikahan.

Saat dibuka undangan pernikahan ini memiliki 2 bagian. Bagian atas berisi nama lengkap mempelai pengantin dan tanggal dilangsungkannya akad nikah. Pada bagian atas ini juga ditambahkan lafal Bismillahirrahmanirrahim dalam tulisan arab. Sedangkan pada bagian bawah berisi tanggal dilangsungkannya resepsi pernikahan dan nama keluarga kedua mempelai. Untuk designnya, ditambahkan sulur bunga di setiap sudutnya dan gambar bunga yang terlihat samar di bagaian tengahnya.

Undangan pernikahan ini merupakan undangan softcover. Undangan ini memiliki bentuk lipat dua dengan posisi buka ke atas. Ukuran undangan ini sebesar 21 x 23cm yang dihitung pada undangan dalam posisi keadaan terbuka. Bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan undangan pernikahan ini adalah kertas ivory ketebalan 260gr. Untuk hasil undangan yang lebih maksimal bisa ditambahkan laminasi untuk lapisan undanganya, bisa laminasi doff, glossy maupun uv.

Untuk anda yang ingin memesan wedding card seperti diatas silahkan kirimkan email ke layanankedaigrafis@gmail.com atau hubungi kami di nomer berikut ini SMS/WA 0857 4081 2002, 0878 3816 1150, Pin BB D008D475. Jika anda ingin melihat langsung koleksi undangan nikah kami secara langsung, silahkan kunjungi kami di Jl. Perum Candi Gebang 2 no. 22 atau ke outlet cabang Jl. Kaliurang km 5.

 

Di daerah Propinsi Jawa Timur pada dasarnya terdapat empat jenis upacara perkawinan adat, di antaranya upacara perkawinan adat suku Jawa, upacara perkawian adat suku Tengger, upacara perkawinan adat suku Osing, dan upacara perkawinan adat suku Madura. Namun demikian, mengingat mayoritas penduduk Kotamadya Surabaya khususnya dan Propinsi Jawa Timur pada umumnya berasal dari suku Jawa, maka dalam bahasan ini hanya akan didiskripsikan upacara perkawinan adat yang berasal dari suku Jawa.

Suku Jawa di Jawa Timur mengenal adanya dua bentuk perkawinan, yaitu perkawinan dengan peminangan dan perkawinan ganti tikar. Perkawinan dengan peminangan adalah perkawinan yang didahului dengan peminangan (nglamar) dari pihak keluarga laki- laki terhadap gadis yang akan dilamar. Suatu lamaran ada kalanya diterima ada kalanya ditolak. Apabila lamaran itu ditolak, penolakannya biasanya disampaikan secara halus, misalnya gadis yang dilamar masih suka bebas, masih kecil sehingga belum memikirkan kawin, masih ingin melanjutkan sekolah, dan sebagainya.

Sebaliknya, jika lamaran itu diterima maka sebelum diadakan perkawinan biasanya diadakan pertunangan terlebih dahulu. Dalam hal ini, pihak laki-laki akan memberikan hadiah pertunangan kepada pihak perempuan, sebagai tanda pengikat hadiah pertunangan yang disebut dengan istilah peningset ini biasanya berupa perhiasan, pakaian wanita dan barang-barang lainnya yang erat hubungannya dengan kebutuhan wanita. Dengan adanya peningset, maka pergaulan pemuda yang melamar dan pemudi yang dilamar tidak bebas lagi seperti pada waktu belum diikat.

Dengan demikian hadiah pertunangan (paningset) ini sebenarnya dapat diibaratkan sebagai tali yang mengikat hubungan antara seorang pemuda dengan seorang gadis, setelah lamaran pemuda tersebut diterima. Sementara itu mengenai besar/kecilnya peningset tergantung dari kemampuan si pemuda atau orang tua pemuda yang bersangkutan. Pada saat pertunangan, selain memberi peningset, masyarakat Jawa Timur yang hidup di kata atau yang telah mengalami kontak-kontak dengan kebudayaan luar, biasanya juga melaksanakan upacara tukar cincin.

Adapun yang dimaksud dengan perkawinan ganti tikar, yang juga disebut dengan istilah “karang wulu” adalah perkawinan antara seorang janda yang biasanya karena ditinggal mati oleh suaminya dengan saudara laki-laki dari suami yang telah meninggal dunia atau sebaliknya, yaitu antara seorang duda yang biasanya telah ditinggal mati oleh istrinya dengan saudara perempuan dari istri yang telah meninggal dunia tersebut. Dengan demikian bentuk perkawinan “ganti tikar” ini seakan-akan meneruskan fungsinya sebagai suami atau istri yang pertama, sehingga hubungan kekerabatan di antara mereka akan tetap terjalin.

 


Related Poduct

Lihat Lebih Banyak Lagi >>