Undangan-Nikah-Lucu

Undangan Nikah Lucu

Kode:  KG 05
Ukuran:  16 x 32
Model:  Lipat 3
Bahan:  Ivory
Warna:  Full Colour
Aksesoris:  Laminasi Doff
Harga per 300:  3.500
Harga per 500:  3.300
Harga per 700:  3.150
Harga per 1000:  3.000
Harga per 1500:  2.500
 
Update Harga: 8-4-2017
Qty:
Minim 50 Undangan
NB
1. Harga untuk jumlah selain itu bisa ditanyakan ke admin,
2. Harga bisa berubah sesuai harga bahan, untuk harga yang terupdate bisa ditanyakan keadmin
3. Silahkan isi jumlah pesanan, admin akan mengkonfirmasi pesanan dalam waktu 1 x 24 jam, jika ada perubahan spesifikasi dan harga akan diinfokan terlebih dahulu sebelum transaksi

Undangan Nikah Lucu,Undangan Souvenir Unik,Undangan Pernikahan Di Bandung 2014,Percetakan Undangan Wilayah Surabaya.

Saat pertama dilihat, kartu pernikahan dengan konsep kartun ini terlihat lucu dan unik. Pada covernya didesign dengan gambar sepasang pengantin yang mengenakan baju adat Jawa sedang memegang payung di tengah lebatnya hujan. Pada bagian atasnya juga ditambahkan ornamen awan sehingga terlihat lebih nyata.

Untuk bagian dalamnya, undangan pernikahan ini memiliki 3 bagian. Bagian kiri berisi tanggal pemberkatan nikah. Bagian tengah berisi nama lengkap pengantin dan tanggal dilangsungkannya resepsi pernikahan. Dan pada bagian kanan merupakan foto kedua mempelai pengantin. Untuk background bagian tengah diambil dari foto prewedding kedua mempelai pengantin. 

Sedangkan untuk bagian belakang, terdapat gambar gunungan wayang namun didesign dengan warna yang berwarna-warni sehingga terlihat lebih cerah. Untuk tulisannya, ditambahkan nama mempelai pengantin dan keluarganya.

Undangan ini dilapisi dengan laminasi doff sehingga lebih tahan air dan bertekstur lembut.

Undangan pernikahan ini merupakan undangan softcover. Undangan ini memiliki bentuk lipat tiga dengan posisi buka ke samping. Ukuran undangan ini sebesar 16 x 32cm yang dihitung pada undangan dalam posisi keadaan terbuka. Bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan undangan pernikahan ini adalah kertas ivory ketebalan 260gr.

Untuk anda yang ingin memesan wedding card seperti diatas silahkan kirimkan email ke layanankedaigrafis@gmail.com atau hubungi kami di nomer berikut ini SMS/WA 0857 4081 2002, 0878 3816 1150, Pin BB D008D475. Jika anda ingin melihat langsung koleksi undangan nikah kami secara langsung, silahkan kunjungi kami di Jl. Perum Candi Gebang 2 no. 22 atau ke outlet cabang Jl. Kaliurang km 5.

 

Memasuki pernikahan memang berbeda dengan memainkan rumah-rumahan seperti layaknya dilakukan anak-anak. Pernikahan adalah institusi sosial dimana dua orang berkomitmen menjalani hubungan yang diakui secara sosial, dimana hubungan seksual adalah hal yang sah dan ada tanggung jawab hukum untuk keturunan serta untuk pasangan. Dari definisi ini terlihat bahwa memasuki pernikahan berarti masuk ke dalam ikatan antar suami dan istri yang diakui oleh agama serta hukum, dengan tujuan membina keluarga. Saat individu menikah, ia akan memainkan peran baru, baik sebagai suami, maupun sebagai istri. Bahkan dalam agama tertentu, memasuki pernikahan berarti siap menjalankan peran tersebut dengan berkomitmen seumur hidup, hingga maut memisahkan. Sehingga, masuk ke pernikahan memerlukan kesiapan tertentu.

Kesiapan (readiness) dalam psikologi berarti: 1) suatu keadaan siap untuk bertindak atau berespon terhadap suatu stimulus, atau 2) derajat persiapan untuk melakukan suatu tugas spesifik, atau suatu subjek yang dibutuhkan untuk menghasilkan pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). (VandenBos, 2007). Kata readiness sendiri sudah biasa digunakan untuk menggambarkan keadaan siap berespon terhadap pengajaran/instruksi dalam membaca, matematika atau bahasa asing. Dengan kata lain, kesiapan belajar matematika adalah sejauh mana individu mampu memahami instruksi dalam bidang matematika.

Ditinjau dari asal kata, maka kesiapan menikah atau marriage readiness bisa diartikan sebagai keadaan siap berespon pada komitmen dan tanggung jawab dalam pernikahan. Beberapa ahli mencoba merumuskan kesiapan menikah sebagai:

  • Persepsi individu mengenai kemampuan diri untuk menjalankan peran-peran yang ada dalam pernikahan dan melihat hal tersebut sebagai aspek dari pemilihan pasangan atau proses perkembangan hubungan. Persepsi indvidu ini merupakan bagian dari sifat individu yang terbentuk dari persepsi mereka mengenai proses interpersonal pasangan, dan faktor sosial, keluarga serta faktor-faktor pribadi (Holman dan Li, 1997).
  • Persepsi individu adalah penilaian subjektif seseorang mengenai berapa siap ia memenuhi peran dan tanggung jawab dalam pernikahan (DeLaph, 2000).
  • kemampuan individu untuk menyandang peran baru, sebagai suami atau istri dan digambarkan oleh adanya kematangan pribadi, pengalaman dalam menjalin hubungan interpersonal, usia minimal dewasa muda, serta sumber finansial dan studi yang telah selesai (Wiryasti, 2004). Wiryasti (2004) membagi kemampuan individu untuk menyandang peran baru menjadi:
    • Komunikasi
    • Keuangan
    • Anak dan Pengasuhan
    • Pembagian peran suami istri
    • Latar belakang pasangan dan relasi dengan keluarga besar
    • Agama
    • Minat dan pemanfaatan waktu luang
    • Perubahan pada pasangan dan pola hidup
    • Latar belakang suku bangsa

Dari definisi di atas, maka kesiapan menikah terdiri dari kemampuan pasangan dalam komunikasi, pengaturan keuangan, kesepakatan tentang pengasuhan anak, pembagian peran suami istri, kemampuan menerima latar belakang pasangan (suku, agama), kemampuan menjaga relasi dengan keluarga besar, kemmampuan membagi waktu untuk berdua dan melaksanakan minat pribadi, kemampuan menghadapi perubahan pola hidup setelah menikah.


Related Poduct

Lihat Lebih Banyak Lagi >>