Undangan-Pernikahan-Batak

Undangan Pernikahan Batak

Kode:  HC 04
Ukuran:  14 x 21
Model:  Lipat 2
Bahan:  Ivory
Warna:  Full Colour
Aksesoris:  Laminasi Doff
Harga per 300:  8.850
Harga per 500:  8.500
Harga per 700:  7.900
Harga per 1000:  7.450
Harga per 1500:  6.750
 
Update Harga: 9-8-2017
Qty:
Minim 50 Undangan
NB
1. Harga untuk jumlah selain itu bisa ditanyakan ke admin,
2. Harga bisa berubah sesuai harga bahan, untuk harga yang terupdate bisa ditanyakan keadmin
3. Silahkan isi jumlah pesanan, admin akan mengkonfirmasi pesanan dalam waktu 1 x 24 jam, jika ada perubahan spesifikasi dan harga akan diinfokan terlebih dahulu sebelum transaksi

Undangan Pernikahan Batak,Undangan Unik Model Facebook,Contoh Undangan Walimah Akad Nikah,Percetakan Undangan Erba.

Kartu undangan pernikahan diatas merupakan undangan yang mengambil konsep batak. Dapat dilihat dari bagian covernya yang didesign dengan gambar kain khas batak. Warna yang digunakan juga dominan dengan warna merah sehingga terlihat lebih elegan. Pada bagian dalamnya diberi background putih polos dan foto mempelai pengantin di bagian bawahnya.

Untuk bagian belakang undangan ini merupakan kalender tahunan yang bermanfaat bagi penerima undangan. Pada backgroundnya juga ditambahkan foto pre-wedding mempelai pengantin yang diletakkan di sebelah kiri, sehingga nampak jelas dilihat.

Untuk keterangan singkatnya, undangan nikah batak ini termasuk undangan hard cover full colour, sehingga berbentuk lipat 2 dengan posisi buka ke atas. Undangan nikah ini memiliki ukuran 14 x 21cm. Untuk jenis kertas yang digunakan sebagai bahan dasar undangan ini adalah jenis kertas ivory. Undangan ini juga dilapisi dengan laminasi doff sehingga lebih tahan terhadap air dan tidak mudah rusak.

Pemesanan kartu undangan pernikahan di tempat kami, kami layani secara online dan offline.Untuk anda yang ingin memesan secara online silahkan hubungi kami di nomer berikut ini SMS/WA 0857 4081 2002, 0878 3816 1150, Pin BB D008D475 atau kirimkan email ke layanankedaigrafis@gmail.com.

Untuk anda yang sedang berada di Yogyakarta dan ingin langsung datang berkujung memesan wedding card invitation silahkan datang ke alamat Jl. Perum Candi Gebang 2 no.22 atau di outlet cabang kami di Jl. Kaliurang km 5.

 

Tata cara pernikahan adat Batak Toba termasuk salah satu tahapan pernikahan yang cukup panjang. Hal ini bahkan sudah jadi ‘ahasia umum oleh masyarakat. Mari kita lihat ke-11 tahapan pernikahan adat Batak Toba tersebut. Meski sekarang semua tahapan ini tak lagi begitu diikuti melainkan diringkas, tak ada salahnya untuk tetap mengetahui bagaimana sebenarnya tahapan adat tersebut, bukan?

Tata Cara Pernikahan Adat Batak Toba

1. Mangarisika

Mangarisika adalah perkenalan dimana pihak pria dan beberapa keluarga pihak pria yang diutus berkunjung secara tak resmi ke kediaman pihak wanita untuk penjanjakan. Jika pihak wanita termasuk keluarga terbuka untuk peminangan tersebut maka akan diberikan tanda holong (disebut juga tanda mata) berupa cincin emas, kain dan lainnya.

2. Marhusip-husip

Dalam bahasa Indonesia berarti berbisik namun bukan berarti saling berbisik secara harfiah melainkan pembicaraan ini belum boleh diketahui umum. Dalam tahanapan ini, orangtua dan kerabat pihak pria akan bertamu ke pihak wanita dan orangtuanya serta kerabat. Namun, sekarang tahapan ini sudah tak lagi sekadar penjajakan melainkan bicara hal-hal pokok soal pernikahan – meski demikian pembicaraan bersifat belum resmi.

3. Marhata sinamot

Sinamot merupakan Tuhor ni boru atau pihak pria membeli wanita yang akan menjadi istri dari orangtuanya. Dalam bahasa Indonesia, istilah sinamot sering disebut mahar. Di tahapan ini, pihak pria dan pihak wanita akan membicarakan sinamot namun didahului dengan makan bersama. Acara ini sendiri dilakukan di rumah wanita. Kemudian diadakan pula pemmbagian daging (Jambar Juhut) bagi kerabat yang terdiri dari kerabat dari marga ibu, kerabat dari marga ayah serta anggota marga menantu serta orang-orang tua atau pariban. Hal pokok yang dibicarakan, antara lain: Sinamot, ulos, Jambar Juhut, jumlah undangan serta tanggal dan lokasi pesta dan tata cara adat. Ditentukan pula kapan waktu untuk martumpol.

4. Martumpol

Acara ini hampir mirip dengan bertunangan. Rangkaian acara di tahapan ini disaksikan juga oleh pejabat gereja bahwa sudah ada persetujuan pernikahan. Dilakukan 2 (dua) minggu sebelum rencana pernikahan. Kemudian, nantinya gereja akan mengumumkan rencana pernikahan tersebut agar mengetahui tak ada gugatan.

5. Martonggo raja

Tahapan ini bersifat seremonial yakni kegiatan pra-pesta pernikahan yang ditujukan untuk persiapan acara pesta.

6. Manjalo pasu-pasu parbagason

Disebut juga pemberkatan pernikahan yang dilakukan di gereja. Nah setelah acara gereja, kemudian akan dilakukan rangkaian pesta adat Batak!

8. Pesta unjuk

Tak hanya pemberkatan dari gereja, kedua mempelai harus memperoleh pemberkatan dari seluruh keluarga terutama orangtua. Disampaikan doa-doa sembari ditandakan dengan pemberian ulos. Kemudian ada pula pembagian jambar.

Jambar dibagikan ke pihak wanita adalah daging (jambar juhut) dan uang (tuhor ni boru), sementara pihak pria menerima ikan masa arsik (dengke) dan ulos. Setelah pesta unjuk selesai, pengantin wanita dibawa ke kediaman paranak.

9. Dialap jual / Ditaruhon jual

Tahapan ini dilakukan apabila acara pesta diselenggarakan di kediaman pihak wanita maka akan dilakukan acara membawa mempelai wanita ke kediaman pihak pria.

Namun, jika dilakukan di rumah mempelai pria, mempelai wanita diperbolehkan kembali ke kediaman orangtuanya yang kemudian diantarkan lagi oleh para namboru dari wanita ke tempat namborunya.

10. Paulak Une

Tahapan tata cara pernikahan adat Batak Toba ini dilaksanakan seminggu sesudah pesta adat dimana mereka sudah sah menjadi suami-istri. Pihak pria harus berkunjung ke rumah mertua untuk berterima kasih atas acara pernikahan yang telah berlangsung. Selanjutnya, pasangan menikah melanjutkan hidup baru.

11. Manjae

Ritual ini dilakukan setelah beberapa waktu pasangan telah menjalani rumah tangga (namun pria bukan anak bungsu). Pria tersebut akan dipajae atau dipisah rumah dan mata pencarian, umumnya anak bungsu akan mewarisi rumah milik orangtua.

12. Maningkir tangga

Sesudah acara Manjae, orangtua dan keluarga pasangan menikah akan berkunjung ke rumah pasangan menikah dan makan bersama.

Demikian beberapa urutan tata acara pernikahan adat Batak Toba. Cukup panjang, bukan? Meski memang dalam tahun-tahun terakhir ini ada beberapa urutan yang dilewatkan. Namun, tetap ada pula yang menggabungkan tahapan tersebut dalam satu waktu.


Related Poduct

Lihat Lebih Banyak Lagi >>