Contoh Undangan Pernikahan Simple Dan Murah

Contoh Undangan Pernikahan Simple Dan Murah

Kode:  KG 09
Ukuran:  14 x 44
Model:  Lipat 3
Bahan:  Ivory
Warna:  Satu Warna
Aksesoris:  Tanpa Aksesoris
Harga per 300:  2.700
Harga per 500:  2.550
Harga per 700:  2.350
Harga per 1000:  2.250
Harga per 1500:  1.800
 
Update Harga: 26-10-2017
Qty:
Minim 50 Undangan
NB
1. Harga untuk jumlah selain itu bisa ditanyakan ke admin,
2. Harga bisa berubah sesuai harga bahan, untuk harga yang terupdate bisa ditanyakan keadmin
3. Silahkan isi jumlah pesanan, admin akan mengkonfirmasi pesanan dalam waktu 1 x 24 jam, jika ada perubahan spesifikasi dan harga akan diinfokan terlebih dahulu sebelum transaksi

Contoh Undangan Pernikahan Simple Dan Murah,Undangan Pernikahan Unik Dan Murah Di Kudus,Contoh Broadcast Undangan Nikah,Percetakan Undangan Pernikahan Solo.

Wedding card invitation ini mempunyai cover yang dihiasi dengan sepasang gambar kartun yang terlihat mengenakan busana adat jawa dengan pose dan ekspresi yang sangat imut dan terkesan jaman dulu. Selain itu juga terdapat gambar pohon yang hanya terlihat bagian dahannya yang dihiasi dengan daun – daun yang berbentuk hati, yang menambah kesan manis dan penuh cinta pada cover undangan ini. Di bawah dahan pohon tersebut juga terdapat tulisan nama kedua mempelai berwarna biru dengan background putih.

Bagian dalam undangan pernikahan ini dibagi menjadi tiga sisi. Dengan dua sisi inti, yaitu sisi kiri dan sisi tengah. Di sisi kiri terdapat tulisan ucapan do’a pengantar, nama lengkap kedua mempelai dan nama kedua orang tua mempelai, serta waktu dan tempat dilaksanakannya prosesi ijab kabul. Sedangkan di sisi tengah terdapat lafadz basmallah dengan huruf arab, do’a pengantar, waktu dan tempat dilaksanakannya acara resepsi, serta nama kedua mempelai di bagian sisi tengah bawah undangan ini. Di kedua sudut sisi inti, baik sisi kanan maupun sisi tengah bagian dalam undangan ini juga terdapat gambar dua pohon yang daunnya juga berbentuk hati serupa dengan bagian covernya.

Kartu undangan pernikahan ini merupakan undangan jenis soft cover satu warna, yang berbentuk lipat tiga dengan posisi buka kesamping. Ukuran undangan ini sebesar 14 x 44 cm yang dihitung pada undangan dalam posisi keadaan terbuka. Bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan kartu undangan nikah yang manis ini adalah kertas ivory dengan ketebalan 260 gr.  Untuk hasil undangan yang lebih maksimal bisa ditambahkan laminasi untuk lapisan undanganya. Bisa dipilih salah satu yaitu antara laminasi doff, glossy dan uv.

Untuk anda yang ingin memesan wedding card seperti diatas silahkan kirimkan email ke layanankedaigrafis@gmail.com atau hubungi kami di nomer berikut ini SMS/WA 0857 4081 2002, 0878 3816 1150, Pin BB D008D475. Jika anda ingin melihat langsung koleksi undangan nikah kami secara langsung, silahkan kunjungi kami di Jl. Perum Candi Gebang 2 no. 22 atau ke outlet cabang Jl. Kaliurang km 5.

 

Sudah pernah melihat prosesi pernikahan dengan adat Jawa? Upacaranya memang terlihat sangat sakral dan menarik. Sayangnya, beberapa orang menilainya ribet. Panjang.

Padahal, ada makna di balik simbol dan tahapan-tahapan dalam prosesi tersebut lho. Apa saja? Berikut  cerita tentang makna simbol-simbol dalam pernikahan adat Jawa.

1. Siraman: Membersihkan diri menjelang “acara” besar.

Sebelum memulai upacara pernikahan, pengantin melakukan siraman dari kata siram (mandi). Hal ini dimaksudkan untuk membersihkan diri kedua pengantin sebelum menjalankan upacara yang sakral. Ada tujuh orang yang akan menyiramkan air kepada calon pengantin. Tujuh di sini dalam Bahasa Jawa adalah “pitu” yaitu pitulungan (pertolongan) kepada calon pengantin.

2. Midodareni: Simbol malam yang baik untuk bersilaturahmi.

Silaturahmi antara kedua keluarga besar yaitu keluarga mempelai pria berkunjung ke rumah mempelai wanita. Malam Midodareni diadakan semalam sebelum upacara pernikahan dimulai keesokan harinya. Malam Midodareni dianggap sebagai malam yang baik yang dimaknai sebagai turunnya para bidadari.

3. Injak Telur: Dimaknai harapan dan lambang kesetiaan.

Telur dimaknai sebagai harapan agar pengantin memiliki keturunan yang merupakan tanda cinta kasih berdua. Setelah menginjak telur, pengantin wanita akan membasuh kaki pengantin pria yang merupakan lambang kesetiaan seorang istri pada suaminya.

4. Sikepan Sindur: Tali kasih yang erat dan tak terpisahkan.

Sikepan Sindur dilakukan setelah injak telur yaitu membentangkan kain atau sindur kepada kedua mempelai oleh ibu untuk kemudian berjalan menuju ke pelaminan. Bagian ini melambangkan harapan dari orang tua agar kedua mempelai selalu erat karena telah dipersatukan. Ayah akan menuntun kedua mempelai dengan berjalan memegang sindur tersebut.

5. Pangkuan: Berbagi kasih yang adil.

Kedua mempelai duduk di pangkuan sang ayah mempelai wanita. Pengantin wanita duduk di sebelah paha kiri ayah dan laki-laki disebelah kanan paha ayah. Bagian upacara ini menunjukkan bahwa kelak kedua mempelai akan memiliki keturunan dan diharapkan dapat berbagi kasih sayang yang adil seperti sang ayah. Bagian ini juga bermakna menimbang yang dimaksud tidak ada perbedaan kasih sayang untuk anak dan menantu.

6. Kacar Kucur: Lambang dari kesejahteraan dalam rumah tangga.

Mempelai pria akan mengucurkan sebuah kantong yang diisi dengan biji-bijian, uang receh dan beras kuning ke pangkuan wanita. Hal ini bermakna bahwa tugas suami adalah mencari nafkah dan istri yang mengelolanya. Bagian ini merupakan lambang dari kesejahteraan dalam rumah tangga.

7. Dulang-dulangan : Saling menolong dan rukun

Adapula bagian prosesi yang disebut dengan Dahar Klimah atau dulang-dulangan (suap-menyuapi). Kedua mempelai akan saling menyuapi sebanyak tiga kali dan acara ini mempunyai harapan agar kedua mempelai selalu rukun dan saling tolong menolong dalam menempuh hidup baru sebagai keluarga.

8.Sungkeman : Bakti pada orangtua atau sesepuh.

Sungkeman merupakan bukti atau bentuk dari penghormatan kepada orang tua dan sesepuh. Sungkeman dilakukan kepada orang tua dan diteruskan kepada sesepuh yang lainnya. Prosesi ini merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh kedua pengantin untuk mendapatkan restu dari orang tua untuk menjalani kehidupan yang baru bersama pasangan.

9. Janur kuning : Harapan mendapatkan cahaya yang baik.

Pasti kita sering mendengar janur kuning yaa. Dimana janur kuning merupakan gerbang untuk memasuki resepsi pernikahan. Janur “Jalarane Nur” yang maknanya agar pernikahan tersebut mendapatkan cahaya atau pencerahan untuk rumah tangga yang baru. Janur Kuning juga dimaksudkan untuk menandai adanya acara dan menyingkirkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

10. Kembar mayang : Makna akan setiap harapan baik untuk rumah tangga nanti.  

Rangkaian janur, daun dan ornamen-ornamen lainnya dan memiliki makna-makna yang berbeda. Terdapat ornamen janur yang dibentuk keris bermakna pengantin harus pandai dan berhati-hati serta bijaksana dalam menjalani kehidupan. Terdapat juga ornamen burung yang melambangkan motivasi yang tinggi dalam menjalani hidup.

11. Tarub : Kemakmuran dan harapan.

Tanda untuk menunjukkan bahwa keluarga sedang mengadakan acara dan keluarga yang memiliki hajatan tersebut akan memiliki hak-haknya. Biasanya, keluarga tersebut akan diberikan jalan, tarub berisi berbagai macam tumbuhan yang masing-masing memiliki makna. Tarub sendiri mempunyai lambang kemakmuran dan harapan bagi keluarga baru.

Sekarang kalian sudah mengerti beberapa makna yang ada di balik prosesi pernikahan dan hiasan pada acara pernikahan. Meski mungkin terkesan “ribet” tapi maknanya dalam lho

ni mempunyai cover yang dihiasi dengan sepasang gambar kartun yang terlihat mengenakan busana adat jawa dengan pose dan ekspresi yang sangat imut dan terkesan jaman dulu. Selain itu juga terdapat gambar pohon yang hanya terlihat bagian dahannya yang dihiasi dengan daun – daun yang berbentuk hati, yang menambah kesan manis dan penuh cinta pada cover undangan ini. Di bawah dahan pohon tersebut juga terdapat tulisan nama kedua mempelai berwarna biru dengan background putih.

 

Bagian dalam undangan pernikahan ini dibagi menjadi tiga sisi. Dengan dua sisi inti, yaitu sisi kiri dan sisi tengah. Di sisi kiri terdapat tulisan ucapan do’a pengantar, nama lengkap kedua mempelai dan nama kedua orang tua mempelai, serta waktu dan tempat dilaksanakannya prosesi ijab kabul. Sedangkan di sisi tengah terdapat lafadz basmallah dengan huruf arab, do’a pengantar, waktu dan tempat dilaksanakannya acara resepsi, serta nama kedua mempelai di bagian sisi tengah bawah undangan ini. Di kedua sudut sisi inti, baik sisi kanan maupun sisi tengah bagian dalam undangan ini juga terdapat gambar dua pohon yang daunnya juga berbentuk hati serupa dengan bagian covernya.Tepat di bagian tengah lipatan wedding card ini juga terdapat sepasang gambar kartun, yang di lilit shapes yang berbentuk seperti up ribbon yang sedikit melengkung dengan tokoh kartun wanitanya yang terlihat sangat anggun dan cantik mengenakan gaun pernikahan lengkap dengan hijabnya serta tokoh kartun prianya yang terlihat keren dan bergaya dendy dengan mengenakan tuxedonya.

Kartu undangan pernikahan ini merupakan undangan jenis soft cover satu warna, yang berbentuk lipat tiga dengan posisi buka kesamping. Ukuran undangan ini sebesar 14 x 44 cm yang dihitung pada undangan dalam posisi keadaan terbuka. Bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan kartu undangan nikah yang manis ini adalah kertas ivory dengan ketebalan 260 gr.  Untuk hasil undangan yang lebih maksimal bisa ditambahkan laminasi untuk lapisan undanganya. Bisa dipilih salah satu yaitu antara laminasi doff, glossy dan uv.

Untuk anda yang ingin memesan wedding card seperti diatas silahkan kirimkan email ke layanankedaigrafis@gmail.com atau hubungi kami di nomer berikut ini SMS/WA 0857 4081 2002, 0878 3816 1150, Pin BB D008D475. Jika anda ingin melihat langsung koleksi undangan nikah kami secara langsung, silahkan kunjungi kami di Jl. Perum Candi Gebang 2 no. 22 atau ke outlet cabang Jl. Kaliurang km 5.

 

Sudah pernah melihat prosesi pernikahan dengan adat Jawa? Upacaranya memang terlihat sangat sakral dan menarik. Sayangnya, beberapa orang menilainya ribet. Panjang.

Padahal, ada makna di balik simbol dan tahapan-tahapan dalam prosesi tersebut lho. Apa saja? Berikut  cerita tentang makna simbol-simbol dalam pernikahan adat Jawa.

1. Siraman: Membersihkan diri menjelang “acara” besar.

Sebelum memulai upacara pernikahan, pengantin melakukan siraman dari kata siram (mandi). Hal ini dimaksudkan untuk membersihkan diri kedua pengantin sebelum menjalankan upacara yang sakral. Ada tujuh orang yang akan menyiramkan air kepada calon pengantin. Tujuh di sini dalam Bahasa Jawa adalah “pitu” yaitu pitulungan (pertolongan) kepada calon pengantin.

2. Midodareni: Simbol malam yang baik untuk bersilaturahmi.

Silaturahmi antara kedua keluarga besar yaitu keluarga mempelai pria berkunjung ke rumah mempelai wanita. Malam Midodareni diadakan semalam sebelum upacara pernikahan dimulai keesokan harinya. Malam Midodareni dianggap sebagai malam yang baik yang dimaknai sebagai turunnya para bidadari.

3. Injak Telur: Dimaknai harapan dan lambang kesetiaan.

Telur dimaknai sebagai harapan agar pengantin memiliki keturunan yang merupakan tanda cinta kasih berdua. Setelah menginjak telur, pengantin wanita akan membasuh kaki pengantin pria yang merupakan lambang kesetiaan seorang istri pada suaminya.

4. Sikepan Sindur: Tali kasih yang erat dan tak terpisahkan.

Sikepan Sindur dilakukan setelah injak telur yaitu membentangkan kain atau sindur kepada kedua mempelai oleh ibu untuk kemudian berjalan menuju ke pelaminan. Bagian ini melambangkan harapan dari orang tua agar kedua mempelai selalu erat karena telah dipersatukan. Ayah akan menuntun kedua mempelai dengan berjalan memegang sindur tersebut.

5. Pangkuan: Berbagi kasih yang adil.

Kedua mempelai duduk di pangkuan sang ayah mempelai wanita. Pengantin wanita duduk di sebelah paha kiri ayah dan laki-laki disebelah kanan paha ayah. Bagian upacara ini menunjukkan bahwa kelak kedua mempelai akan memiliki keturunan dan diharapkan dapat berbagi kasih sayang yang adil seperti sang ayah. Bagian ini juga bermakna menimbang yang dimaksud tidak ada perbedaan kasih sayang untuk anak dan menantu.

6. Kacar Kucur: Lambang dari kesejahteraan dalam rumah tangga.

Mempelai pria akan mengucurkan sebuah kantong yang diisi dengan biji-bijian, uang receh dan beras kuning ke pangkuan wanita. Hal ini bermakna bahwa tugas suami adalah mencari nafkah dan istri yang mengelolanya. Bagian ini merupakan lambang dari kesejahteraan dalam rumah tangga.

7. Dulang-dulangan : Saling menolong dan rukun

Adapula bagian prosesi yang disebut dengan Dahar Klimah atau dulang-dulangan (suap-menyuapi). Kedua mempelai akan saling menyuapi sebanyak tiga kali dan acara ini mempunyai harapan agar kedua mempelai selalu rukun dan saling tolong menolong dalam menempuh hidup baru sebagai keluarga.

8.Sungkeman : Bakti pada orangtua atau sesepuh.

Sungkeman merupakan bukti atau bentuk dari penghormatan kepada orang tua dan sesepuh. Sungkeman dilakukan kepada orang tua dan diteruskan kepada sesepuh yang lainnya. Prosesi ini merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh kedua pengantin untuk mendapatkan restu dari orang tua untuk menjalani kehidupan yang baru bersama pasangan.

9. Janur kuning : Harapan mendapatkan cahaya yang baik.

Pasti kita sering mendengar janur kuning yaa. Dimana janur kuning merupakan gerbang untuk memasuki resepsi pernikahan. Janur “Jalarane Nur” yang maknanya agar pernikahan tersebut mendapatkan cahaya atau pencerahan untuk rumah tangga yang baru. Janur Kuning juga dimaksudkan untuk menandai adanya acara dan menyingkirkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

10. Kembar mayang : Makna akan setiap harapan baik untuk rumah tangga nanti.  

Rangkaian janur, daun dan ornamen-ornamen lainnya dan memiliki makna-makna yang berbeda. Terdapat ornamen janur yang dibentuk keris bermakna pengantin harus pandai dan berhati-hati serta bijaksana dalam menjalani kehidupan. Terdapat juga ornamen burung yang melambangkan motivasi yang tinggi dalam menjalani hidup.

11. Tarub : Kemakmuran dan harapan.

Tanda untuk menunjukkan bahwa keluarga sedang mengadakan acara dan keluarga yang memiliki hajatan tersebut akan memiliki hak-haknya. Biasanya, keluarga tersebut akan diberikan jalan, tarub berisi berbagai macam tumbuhan yang masing-masing memiliki makna. Tarub sendiri mempunyai lambang kemakmuran dan harapan bagi keluarga baru.

Sekarang kalian sudah mengerti beberapa makna yang ada di balik prosesi pernikahan dan hiasan pada acara pernikahan. Meski mungkin terkesan “ribet” tapi maknanya dalam lho.

 

 

 

 
 
 


Related Poduct

Lihat Lebih Banyak Lagi >>