Contoh-Undangan-Pernikahan-Islami

Contoh Undangan Pernikahan Islami

Kode:  HC 01
Ukuran:  10,5 x 22
Model:  Lipat 2
Bahan:  Ivory
Warna:  Satu Warna
Aksesoris:  Laminasi Doff
Harga per 300:  5.100
Harga per 500:  4.950
Harga per 700:  4.750
Harga per 1000:  4.550
Harga per 1500:  4.150
 
Update Harga: 22-12-2016
Qty:
Minim 50 Undangan
NB
1. Harga untuk jumlah selain itu bisa ditanyakan ke admin,
2. Harga bisa berubah sesuai harga bahan, untuk harga yang terupdate bisa ditanyakan keadmin
3. Silahkan isi jumlah pesanan, admin akan mengkonfirmasi pesanan dalam waktu 1 x 24 jam, jika ada perubahan spesifikasi dan harga akan diinfokan terlebih dahulu sebelum transaksi

Contoh Undangan Pernikahan Islami,Undangan Unik Cirebon,Format Undangan Pernikahan Adat Batak,Percetakan Undangan Bandung Murah,

Undangan pernikahan ini merupakan undangan dengan tema satu warna biru. Di bagian cover depan undangan pernikahan ini dihiasi dengan sulur-sulur sehingga undanganpun terlihat lebih menarik. Di bagian cover depan ini dituliskan tulisan "The Wedding" dan di bawahnya diberi space untuk menuliskan nama penerima undangan.

Bagian dalam kartu undangan pernikahan ini dihiasi dengan sulur-sulur dan hiasan batik-batik tipis agar tidak terlihat terlalu polos dan terlihat lebih menarik. 

Untuk bagian cover belakang undangan islami ini digunakan untuk mencantumkan penggalan surat ar ruum yang dibuat kaligrafi dengan bentuk seperti kubah. Surat ar ruum ini juga disertakan dengan artinya. 

Kartu undangan nikah ini merupakan undangan dengan bentuk persegi panjang lipat 2 posisi buka atas. Undangan ini memiliki ukuran 10,5 x 22 cm dihitung pada posisi undangan tertutup. Jenis kertas yang digunakan sebagai bahan dasarnya adalah jenis kertas ivory dengan tambahan laminasi doff. Jenis laminasi ini agak buram. Adanya tambahan laminasi akan membuat kualitas undangan menjadi lebih bagus. Karena tekstur kertasnya menjadi lebih halus, tidak mudah sobek dan lebih tahan air.

Untuk anda yang ingin memesan undangan nikahan seperti diatas silahkan kirimkan email ke layanankedaigrafis@gmail.com atau hubungi kami di nomer berikut ini SMS/WA 0857 4081 2002, 0878 3816 1150, Pin BB D008D475. Jika anda ingin melihat langsung koleksi undangan nikah kami secara langsung, silahkan kunjungi kami di Jl. Perum Candi Gebang 2 no. 22 atau ke outlet cabang Jl. Kaliurang km 5.

Rumor bahwa menantu dan mertua sulit rukun memang sudah kerap terdengar. Hal ini terkadang membuat calon pengantin enggan mendekati calon mertua. Apalagi melibatkan mereka dalam persiapan pernikahan. Padahal, melibatkan mertua dalam mengurus pernikahan juga seru lho. Calon mertua dapat menjadi sahabat dan teman bertukar pikiran yang baik. Perbedaan pendapat pasti akan dialami, namun bagaimana menghadapi silang pendapat agar tidak berujung pertengkaran? Yuk simak artikel di bawah ini.


1. Luangkan Waktu ke Salon atau Spa Bersama
Siapa yang akan menolak ajakan ke salon atau spa? Karena tidak ada yang memungkiri kenikmatan dipijat dengan minyak esensial beraroma terapi atau luluran di salon atau spa. Calon mertua pasti akan senang diajak bersantai rileks berdua bersama calon menantunya. Maka sesekali ajaklah sang calon mertua pergi bersama ke salon atau spa. Dengan begitu akan memperkuat hubungan Anda dan calon mertua. Siapa tahu Anda akan diangkat menjadi menantu kesayangan. Dan berkomunikasi di tempat seperti ini akan terasa lebih tenang, perdebatan tentang beda pilihan vendor pun dapat didiskusikan dengan kepala dingin.


2. Panggil “Mama” pada Calon Mertua
Meskipun belum resmi, tidak ada salahnya memanggil calon mertua dengan sebutan ibu atau mama. Toh ia akan menjadi orang tua kita. Anggap dan perlakukan calon mertua sebagai ibu kedua, perlahan calon mertua akan tersentuh dan berbalik menganggap kita sebagai anak sendiri. Layaknya seorang ibu, kita dapat mengungkapkan segalanya hingga persoalan yang sedang dihadapi. Semisal tidak memiliki banyak waktu untuk meeting dengan vendor karena bekerja, atau melihat progress dari vendor kartu undangan. Biasanya tanpa diminta, calon mertua akan menawarkan diri membantu.

3. Mengajak ke Pameran
Selain ditemani pasangan, mintalah calon mertua untuk ikut bersama datang ke pameran pernikahan. Sebagai cara untuk menghargai kehadirannya, mintalah pendapat atau saran dari calon mertua. Pada pameran, Anda serta calon mertua dapat melihat dan memilih langsung vendor yang telah disepakati.


4. Habiskan Sehari untuk Shopping Bareng
Sebagai selingan di tengah waktu sibuk persiapan pernikahan sempatkan sedikit untuk bersenang-senang belanja bareng calon mertua. Dalam kondisi seperti ini kita dapat menyisipkan obrolan membahas persiapan pernikahan. Saat inilah waktu yang tepat untuk menyampaikan keinginan Anda yang berseberangan dengan calon mertua. Pertama berilah alasan dan pengertian mengapa keinginan tersebut penting bagi Anda.


5. Sesekali Mengalah
Umumnya calon pengantin zaman sekarang lebih menyukai hal yang simpel dan ringkas tanpa harus melalui banyak prosesi adat yang dianggap merepotkan. Akan tetapi dari pihak orang tua begitu menginginkan pernikahan kali ini disertai prosesi adat. Sering kali persoalan seperti ini hadir di antara banyak calon pengantin.

 


Related Poduct

Lihat Lebih Banyak Lagi >>